Di sebuah desa sunyi di Kabupaten Blitar, di tengah kebun rumah yang rimbun dan jauh dari hiruk-pikuk kota, sebuah chopper milik Ayung Duma, salah satu custom culture enthusiast di Blitar, lahir bukan hanya dari tangan manusia, tetapi dari sebuah pertanda alam.

Saat rangka handmade yang dibangun Nolabel Garage mangkrak di sudut workshop, seekor laba-laba langka tiba-tiba menjadikannya rumah. Bukan sembarang laba-laba, melainkan Nephila philipes, spesies yang jarang ditemukan, berwarna eksotis, dan dikenal memiliki bentuk paling artistik dalam dunia araknida.

Dari momen kecil namun simbolik itulah nama “Nephila” lahir. Bukan sekadar nama, tetapi konsep. Sebuah visi tentang “laba-laba yang hidup di kebun”, diterjemahkan menjadi skinny chopper King Queen style yang memadukan aura liar, elegan, dan penuh detil yang terasa seperti jaring seni yang dirajut perlahan.
Dengan basis Yamaha Scorpio 225cc, motor ini dibangun dari nol, frame custom full handmade, pola bentuk yang ramping namun agresif, serta detail chrome dan kontur cat yang seolah menyiratkan pola tubuh serangga eksotis. Prosesnya memakan waktu lebih dari satu tahun: lambat, tekun, dan penuh presisi, persis seperti cara seekor laba-laba membangun jaringnya.

Debutnya di Kustomfest 2025 langsung menarik perhatian, “ada seorang reviewer asal Thailand yang menjuluki motor ini dengan nama “Chopper Spider.” ungkap Ayung Duma. Julukan itu lahir organik, bukan diciptakan sang builder, sebuah pengakuan spontan dari mata luar yang melihat karakter Nephila begitu kuat.
Saat diterjemahkan, komentar mereka ternyata positif, mereka melihat keberanian bentuk, konsistensi tema, dan kematangan estetika yang jarang ditemui pada genre chopper ramping.

Nephila bukan sekadar motor chopper. Ia adalah kisah tentang tanda kecil yang mengarahkan arah kreativitas. Ia adalah bukti bahwa inspirasi bisa datang dari tempat paling sepi, dari penghuni kebun yang jarang kita perhatikan dan dari rangka motor yang sempat terbengkalai namun akhirnya menemukan ruhnya.

Sebuah chopper yang tidak diciptakan untuk menjadi “spider” tetapi dinamai demikian oleh mereka yang melihatnya. “Kadang inspirasi bukan datang dari apa yang kita cari—tetapi dari apa yang tiba-tiba memilih kita.”
Penulis : Feri Nurro | Foto : Kustomfest / Ayung Duma
Lihat postingan ini di Instagram
Eksplorasi konten lain dari Mostly Magazine
Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.
