BUTO: Ledakan Tenaga, Tradisi, dan Imajinasi dari Ultimate Custom

Di sudut kota Malang, ketika malam mulai turun dan suara gerinda mulai mereda, sebuah sosok lahir dari tangan seorang builder yang tak pernah berhenti menantang batas: Vulla Hendrata, atau yang akrab disapa Vulla. Dari bengkel Ultimate Custom, ia melahirkan sebuah karya yang tak hanya motor, tetapi sebuah perwujudan karakter: BUTO.

Nama yang sederhana, namun sarat makna—dan jauh dari sederhana saat diwujudkan menjadi sebuah mesin hidup.


Inspirasi: Dari Dunia Pewayangan ke Wujud Besi dan Api

Segala sesuatu bermula dari kecintaan Vulla terhadap tokoh-tokoh pewayangan Jawa, khususnya sosok antagonis yang selalu berdiri sebagai lawan para ksatria: Buto.

“Buto itu simbol kekuatan tak terkendali. Dia musuh abadi para pahlawan besar. Kami ingin karakter itu hadir di motor ini,” ujar Vulla.

Kekuatan, keganasan, ketidaksempurnaan fisik, dan sikap menantang apa pun yang berdiri di depannya—semua ini diterjemahkan menjadi bahasa visual dan teknikal pada Honda Tiger 2004 yang menjadi basisnya.


Total Re-Engineered: Ubahan yang Tak Menyisakan Jejak Asal

Tak ada kata setengah-setengah dalam proyek ini. Vulla dan tim melakukan ubah total dari depan sampai belakang, termasuk:

  • Frame custom tubular, dibuat ulang dengan lekuk ekstrem untuk memberi gestur “liar”.
  • Suspensi depan girder floating, gaya Chicara Nagata, menambah tingkat kesulitan teknis sekaligus mempertegas estetika vintage race.
  • Single-arm custom, dibuat layaknya lengan kekar seorang Buto—unik, provokatif, dan jadi point of view paling ikonik.

Material yang dipilih juga bukan sembarangan. Hampir seluruh bodywork dikerjakan dari aluminium, dipoles raw tanpa dempul, sementara frame dibungkus chrome untuk menegaskan detail pengerjaan yang presisi.

“Kami ingin setiap lekuk menunjukkan betapa teknisnya proses ini. Chrome dan aluminium raw itu semacam pernyataan: ini karya yang nggak sembunyi di balik dempul.”


Tantangan: Antara Buto dan Arjuno

Menariknya, proyek ini hampir tidak selesai tepat waktu. Konsep Buto sebenarnya sudah matang sejak Januari, namun harus “disela” oleh permintaan pengerjaan Honda Dream Ride Project: Arjuno.

Akhirnya, motor yang harusnya digarap panjang ini justru dikebut menjadi 1 bulan—tanpa kompromi kualitas.

Hasilnya? Sebuah karya yang justru terasa lahir dari tekanan, layaknya kekuatan Buto yang liar dan tidak teratur namun tetap memukau.


Kolaborasi Internal yang Solid

Di balik motor ini ada kolaborasi internal Ultimate Custom yang sudah sangat padu—mulai dari teknis hingga finishing artistik. Pinstripe di body dikerjakan oleh El Tino 13, memberi sentuhan seni yang memperhalus keganasan tema besar motor ini.


Gaya: Dragstyle Bobber dengan Jiwa Vintage Race

Meski mengusung karakter Buto, DNA gaya Ultimate Custom tetap dibawa penuh: balap lawas yang dieksekusi dalam format Dragstyle Bobber.

Perpaduan ini menciptakan karakter visual yang unik: rendah, panjang, agresif, namun tetap elegan dan penuh detail presisi.


Bagian Favorit: Ketika Kesempurnaan Ada pada Ketidaksempurnaan

Jika harus memilih bagian favorit, Vulla menyebut:

  • Bodywork aluminium raw tanpa dempul
  • Finishing chrome pada frame
  • Single arm kekar ala lengan Buto
  • Girder floating suspension
  • Dan tentu saja, Turbo, yang membuat tema “tak terkendali” bukan sekadar estetika tapi juga performa.

“Turbo ini bukan cuma nambah tenaga, tapi juga memperkuat karakter ‘power’ tak terkendali, seperti karya-karya kami sebelumnya.”


Performa dan Karakter Baru

Dengan turbo terpasang, Honda Tiger ini berubah total secara karakter. Dari motor standar harian menjadi monster balap bergaya vintage dengan output tenaga brutal. Ergonomi pun menyesuaikan dragstyle—rendah, fokus, dan agresif.


Makna: Ekspresi Kolektif Kekuatan

Untuk Vulla dan tim Ultimate Custom, Buto bukan sekadar proyek. Ia adalah representasi kekuatan kolektif mereka, kemampuan mengeksekusi konsep ekstrem dalam waktu pendek, dan bukti bahwa mereka bisa berdiri sejajar dengan nama-nama besar di kancah nasional.

Bukti itu datang dalam bentuk prestasi:

  • 2nd Runner Up Kustomfest 2025
  • 3rd National Champion Honda Modifikasi

Sebuah pencapaian yang membuat sosok Buto semakin “hidup”.


Spesifikasi & Part Replacement

Basis: Honda Tiger 2004
Konsep: Dragstyle Bobber – Vintage Race Influence
Builder: Ultimate Custom – Vulla Hendrata

Frame & Body

  • Frame: Custom tubular, chrome finish
  • Bodywork: Full aluminium custom (tank, fender, side panels)
  • Seat: Custom, jok kulit
  • Single Arm: Custom handmade
  • Front Suspension: Custom floating girder ala Chicara Nagata
  • Rear Suspension: Custom

Kaki-kaki

  • Velg depan & belakang: Custom spoke wheel
  • Ban: Plug n play (brand terlihat dari foto: Timsun)
  • Hub: Custom / modifikasi

Mesin

  • Basis mesin Honda Tiger
  • Turbocharger custom
  • Pipa knalpot: Custom handmade
  • Cover mesin: Polished

Finishing

  • Frame chrome
  • Body aluminium raw polished
  • Pinstripe by El Tino 13

 

 


Eksplorasi konten lain dari Mostly™

Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.

Eksplorasi konten lain dari Mostly™

Langganan sekarang agar bisa terus membaca dan mendapatkan akses ke semua arsip.

Lanjutkan membaca