Dalam banyak legenda, Atlantis digambarkan sebagai peradaban yang jauh melampaui zamannya. Kota megah yang hidup dengan pengetahuan, estetika, dan teknologi yang bahkan hari ini masih dianggap mustahil.  Namun keanggunan Kota Atlantis runtuh dalam semalam, kota itu tenggelam ke dasar samudra, dan sejak saat itu Atlantis bukan sekadar cerita, ia menjadi misteri yang tak pernah tuntas.

Dan di dunia kustom, kadang sebuah motor lahir bukan dari blueprint, tapi dari obsesi yang sama: menciptakan sesuatu yang terasa seperti peninggalan dari dunia lain. Begitulah Atlantis versi Green Custom berdiri. Motor ini dibangun bukan hanya sebagai kendaraan, tapi sebagai relik dan seolah ditemukan dari puing legenda yang hilang tersebut. 

Setiap detailnya merekam narasi: ukiran yang tampak seperti artefak, finishing metal yang dibuat seakan termakan waktu, dan warna biru laut yang tidak sekadar cat, tapi ingatan tentang kedalaman tempat ia seharusnya berasal.

“Aku nggak pengen ini cuma motor kustom saja. Aku pengen orang merasa seperti menemukan sesuatu saat memandang chopper Atlantis ini.” ungkap Mochammad Iqbal atau lebih akrab disapa Xball, sang pemilik.

Menggunakan basis mesin Harley-Davidson XR1200 yang kemudian diubah dari injeksi menjadi karburator Mikuni 42, Atlantis bukan hanya visual, ia punya jiwa mekanis yang liar dan analog.  Frame rigid, kopling kaki, persneling tangan, springer custom, hingga elemen sirip pada knalpot, semuanya menolak modernitas yang instan. Yang ditawarkan motor ini adalah pengalaman. Konsep desainnya dibangun oleh Danang Sispurwantoro atau Pak Danang dari Green Custom. Ia mengeksekusi gagasan pemilik dengan kebebasan penuh, menjadikannya ruang eksperimen kreatif. Setang berbentuk petir Zeus, tank yang bergradasi layaknya sisik makhluk laut, hingga detail aluminium billet yang diukir menyerupai organisme misterius dasar laut, semua itu bukan ornamen, tapi penanda cerita.

Custom itu bukan soal siapa paling cepat selesai. Ini soal kesetiaan pada ide.”
— Pak Danang, Builder.

Hanya empat bulan waktu pengerjaan, sesuatu yang di atas kertas mustahil untuk tingkat detil seperti ini, namun hasil akhirnya bukan hanya selesai: ia diakui. Hal pentingnya adalah soal konsistensi dalam setiap lapisan ide, craftmanship, dan eksekusi. Namun perjalanan Atlantis tidak berhenti di Jogja.

Sebentar lagi ia akan berlayar—bukan ke dasar laut seperti legenda, tetapi ke panggung internasional: Yokohama Hot Rod Custom Show melalui program Indonesian Attack Kustomfest. Sebuah gerakan yang bukan hanya membawa karya builder Indonesia ke dunia, tapi membawa cerita budaya, estetika, dan keberanian bereksperimen. Atlantis versi Plato adalah kisah tentang keindahan yang hilang. Atlantis versi Green Custom adalah tentang keindahan yang ditemukan kembali di besi, di ukiran tangan, di satu mesin yang diciptakan untuk lebih dari sekadar bergerak.

Ini bukan motor yang dibuat mengikuti zaman. Ini motor yang menolak dilupakan. Dan seperti legenda aslinya Atlantis tidak selesai. Atlantis terus hidup. Sekarang dan seterusnya, di atas dua roda.

Green Custom

Jln Kasongan Utara Beringin No7 Karang Pule Tirtonirmolo, Kasihan, Bantul Yogyakarta

HP / WA : +62 857-4337-6138

 

 


Eksplorasi konten lain dari Mostly Magazine

Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.

Eksplorasi konten lain dari Mostly Magazine

Langganan sekarang agar bisa terus membaca dan mendapatkan akses ke semua arsip.

Lanjutkan membaca