AutoModiFest di Purwokerto menjadi ledakan pertama dan terbesar yang menyatukan kultur mobil dan motor dalam satu momentum.

7-8 Februari 2026. Purwokerto tidak sekadar menggelar event otomotif, ini menjadi ledakan dahsyat melebihi bom atom, bikin orang yang iri semakin dengki sambil menangis dipojokan, bikin orang yang sefrekuensi semakin support dan merinding.

Untuk pertama kalinya dan langsung menjadi yang terbesar di kota ini, AMF atau AutoModiFest mempertemukan dua kultur yang selama ini berjalan di jalurnya masing-masing: mobil dan motor. Bukan berdampingan sebagai tamu, tapi setara dalam satu arena, satu energi, satu dentuman yang sama.
Sejak pagi, Hall Expo Ex Moro dipenuhi deru mesin yang datang bergelombang. Mobil-mobil dengan ragam pendekatan, retro matang, racing agresif, stance presisi, hingga proper street build masuk perlahan, memamerkan detail yang dibangun dengan waktu dan dedikasi. Di sisi lain, 150 motor berbaris seperti galeri hidup, masing-masing membawa identitas dan interpretasi gaya yang berbeda.

Total 59 mobil dan ratusan motor ambil bagian. Peserta datang bukan hanya dari Banyumas, tetapi juga Jogja, Semarang, Tegal, Bandung, hingga kota lain di Pulau Jawa. Antusiasme yang membeludak bahkan membuat panitia menolak sebagian pendaftar. Sebuah tanda bahwa ledakan ini memang sudah lama menunggu momentum.
Selama ini, komunitas mobil dan motor cenderung membuat panggungnya sendiri. AMF meruntuhkan sekat itu. Kontes mobil dan motor berjalan berdampingan, car meet up menyatu dengan sunmori ride, DJ performance menjaga ritme, sementara talk show bersama Banyumas Slalom Team dan Japanese Retro Car Forum Jakarta membuka perspektif baru tentang kultur dan jejaring yang lebih luas.

Board of Director AMF, Dian Prihantara alias Ambon, menyebut kolaborasi ini sebagai langkah awal membangun ruang bersama. Para builder mendapat panggung yang layak, dinilai langsung oleh juri kredibel dari Suddenly / Auto Kultur Jakarta, Indonesia Custom Show Yogyakarta, dan Ototrend Surabaya. Standarnya jelas. Kualitasnya teruji.

Dukungan langsung Bupati Banyumas, Sadewo Tri Lastiono, menegaskan bahwa AMF bukan sekadar selebrasi hobi, tetapi bagian dari gerak industri kreatif otomotif lokal. Ada potensi yang sedang dibentuk, ada ekosistem yang mulai menemukan bentuknya. “Kami sangat mendukung industri kreatif di Otomotif seperti AMF ini, kami juga sedang merancang sirkuit drifting dan open space untuk kegiatan olah raga otomotif” ungkap Pak Bupati yang menggeber Mobil gahar Holden Belmont hasil racikan Berdikari Auto Bodyshop saat sesi opening ceremonial.

AMF bukan hanya tentang piala dan podium. ini menjadi sebuah pernyataan bahwa dua kultur besar bisa berdiri dalam satu frekuensi dan ketika frekuensi itu disatukan, yang lahir adalah ledakan yang super dahsyat.

Dan Purwokerto baru saja menciptakan ledakan pertamanya. Catatan sejarah besar dalam kota kecil yang terkenal nyaman. See You at Next AMF !!!

Eksplorasi konten lain dari Mostly Magazine
Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.
